Selasa, 22 Juni 2010

Hang Seng Melemah 0.5%; Melihat Peluang Reentry-Taifook - 22 June (09:43)

HSI terkoreksi pagi ini sebesar 0.5% di 20,806.24, konsolidasi sederhana mengikuti gain yang tercatat kemarin sebesar 3.1%, dan menandai kenaikan secara beturut-turut sejak 9 sesi perdagangan terakhir. Level 20,500 tampaknya menjadi support yang cukup baik pada perdagangan hari ini.

Taifook Securities telah memperkirakan adanya konsolidasi setelah bursa lokal mencetak kenaikan sejak dua minggu lalu. Tetapi sebagian investor "mungkin ketinggalan perahu, dan mencari-cari kesempatan untuk reentry pada setiap potensi kemunduran utama."

China Construction Bank turun 0.6% di HK$6.68 atas aksi ambil untung setelah mencetak gain sebesar 5% kemarin, tidak terlalu mendapat support dari berita bahwa Huijin akan mengambil bagian dalam rencana right issue bank China tersebut.

Volume pasar cukup tinggi, mencapai HK$9.55 milyar.

CPI Hong Kong Diperkirakan Naik 2.8% Pada Mei; Data Akan Dirilis Sore - 22 June (09:01)

Tingkat CPI Hong Kong untuk periode Mei tampaknya akan menguat 2.8% pertahun, vs 2.4% kenaikan yang terjadi di bulan April, berdasarkan survei pakar ekonomi yang di lakukan oleh Dow Jones.

CPI bulan lalu diperkirakan menguat atas kenaikan harga pangan dan impor komoditi, penyewaan, meskipun rendahnya biaya bahan bakar meredam tekanan inflasi. Data tersebut akan di rilis sore nanti sekitar pukul 0830 GMT atau 15.30 WIB.

"Bila krisis Eropa terus menyelimuti, tingkat suku bunga rendah kemungkinan masih akan di terapkan. Ini akan menyemangati konsumen untuk meningkatkan konsumsinya sehingga berpotensi untuk meningkatkan tekanan CPI juga," ungkap ekonom dari Hang Seng Bank.

HSI Berpotensi Profit Taking, Support Terdekat di 20,500-Fulbright - 22 June (08:36)

HSI kemungkinan akan terkoreksi atas aksi ambil untung setelah kenaikan tajam yang terjadi kemarin; index berakhir naik 3.1% pada posisi 20,912.18.

Francis Lun dari Fulbright memperkirakan bahwa konsolidasi berpotensi terjadi mengikuti kemenangan gain secara sembilan kali berturut-turut, dengan level 20,500 menjadi support terdekatnya untuk perdagangan hari ini.

"Ini telah diperkirakan bahwa market mengambil nafas, tetapi sentimen perdagangan masih tetap positif secara keseluruhannya, saya perkirakan bahwa tekanan jual tidak akan terlalu signifikan." tambahan, apresiasi yuan secara bertahap akan berlanjut untuk menopang sektor finansial China, properti dan penerbangan; Lun menyarankan untuk akumulasi sektor tersebut ketika sedang melemah.

Wall St Ditutup Melemah - 22 June (06:08)

New York (ANTARA News/AFP) - Saham-saham AS berakhir lebih rendah pada Senin, setelah "rally" didorong oleh keputusan China untuk membiarkan mata uangnya mengambang lebih bebas kehilangan momentum sebelum pasar ditutup.

Dow Jones Industrial Average turun 8,23 poin (0,08 persen) menjadi ditutup pada 10.442,42 setelah sempat melonjak lebih dari 140 poin. Indeks teknologi Nasdaq menyusut 20,71 poin (0,90 persen) menjadi 2.289,09 dan pasar lebih luas indeks S&P 500 tergelincir 4,31 poin (0,39 persen) menjadi 1.113,20.

Saham melonjak sejak bel pembukaan dengan sentimen didorong oleh keputusan akhir pekan oleh Beijing yang membiarkan mata uangnya lebih fleksibel dalam apa yang secara luas dilihat sebagai tawaran untuk menghindari pertengkaran dengan Washington di pertemuan puncak G20 pekan ini di Kanada.

Amerika Serikat menuduh Beijing mendapatkan keuntungan yang tidak jujur dalam perdagangan melalui kurs nilai tukar mata uangnya yang tidak sebenarnya. Yuan mencapai tingkat yang kuat dalam lima tahun dalam perdagangan di Cina, Senin.

"Namun, Beijing belum membuat pengumuman resmi terkait dengan benar-benar tidak mematok yuannya," kata analis dari Briefing.com dalam catatan untuk kliennya."Pemerintah telah membatasi setiap gerakan substansial langsung dalam mata uangnya dengan mengizinkan hanya bergerak 0,5 persen kedua arah per hari," kata mereka.

Yuan naik menjadi sekitar 6,7969 terhadap dolar dalam perdagangan di China, Senin, level terkuat sejak Juli 2005 namun masih dalam batas perdagangan ketat Beijing dan analis mengatakan janji China bukan pertanda revaluasi besar.

Pada 2005, China membuat mata uangnya sedikit fleksibel dan membiarkan yuan untuk menguat sekitar 20 persen terhadap dolar AS. Tapi tiga tahun kemudian, ia mulai efektif mematok yuan 6,8 terhadap dolar untuk mendukung eksportir yang terhuyung-huyung dari krisis keuangan global.