Senin, 10 Januari 2011

Asia Fokus Ke Suku Bunga Korea, Data Cina Dan Jepang

Keputusan suku bunga di Thailand dan Korea Selatan akan menjadi sorotan di Asia minggu depan, seperti juga data perdagangan Desember dari Cina dan pesanan mesin inti dari Jepang.

Laporan perdagangan China, dijadwalkan akan dirilis Senin, diharapkan menunjukkan pertumbuhan kuat pada ekspor dan impor. Investor akan melihat angka ekspor untuk mengukur kekuatan permintaan eksternal, sementara angka impor akan memberikan petunjuk terhadap kekuatan ekonomi dalam negeri China.

Namun laju pertumbuhan baik ekspor dan impor kemungkinan akan melambat pada bulan Desember dari bulan sebelumnya, saat impor naik 37,7% dan ekspor tumbuh 34,9% dari bulan yang sama tahun sebelumnya. Para ekonom mengatakan perlambatan kemungkinan disebabkan perbandingan pada tahun dengan angka dasar yang tinggi pada bulan Desember 2009.

Bulan lalu, People’s Bank of Cina meningkatkan suku bunga pinjaman dan deposito utama sebesar seperempat persentase poin, dan sebagian besar ekonom memprediksikan akan adanya kenaikan suku bunga lebih jauh pada tahun 2011.

Pada hari Rabu, para gubernur bank sentral di Thailand dan Korea Selatan bisa mengikuti kebijakan yang diambil China, pada pertemuan kebijakan moneter masing-masing.

Para ekonom percaya bahwa Komite Kebijakan Moneter Bank of Thailand akan menaikkan suku bunga beberapa poin tahun ini untuk mengendalikan inflasi, yang jauh di atas target bank sentral dan diperkirakan akan terus meningkat.

Pada pertemuan terakhir di Desember, Bank of Thailand mengejutkan pasar dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 2,0%, dan bisa mengambil langkah yang sama minggu depan untuk menjaga kendali harga.

Ekonom pada Merrill Lynch berharap Bank of Korea untuk tidak akan merubah tingkat suku bunga di 2,5%, tetapi mereka juga mengatakan bahwa "suara-suara yang keluar dari bank sentral dan pemerintah telah berubah menjadi hawkish sejak inflasi naik kembali ke 3,5% di bulan Desember . "

Pernyataan Bank of Korea bisa berisi sinyal bahwa kenaikan suku bunga lebih banyak akan berlangsung, setelah bank menaikkan suku bunga utamanya pada bulan Juli dan November dari rekor terendah di 2%, untuk mengatasi tekanan inflasi.

Juga pada Rabu, Jepang akan merilis data pesanan mesin inti untuk November, yang dianggap sebagai indikator utama belanja modal perusahaan.

Pada bulan Oktober, pesanan inti turun 1,4% dari bulan sebelumnya, ketika merosot 10,3%, menambah kekhawatiran bahwa investasi bisnis akan turun dan ekonomi Jepang akan tetap lambat

Sumber : MHDNS

Kamis, 02 Desember 2010

Emas Sebagai Penangkal Inflasi

Banyak orang percaya emas adalah produk investasi yang bisa menangkal inflasi. Dan memang, sejarah membuktikan emas akan diborong orang apabila terjadi kepanikan yang bisa membahayakan ekonomi negara, seperti inflasi tinggi, krisis keuangan, atau perang.

Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum. Inflasi bisa menggerogoti uang Anda. Kalau asumsi inflasi 15 persen/tahun, maka harga barang & jasa yang sekarang bernilai Rp 5 juta, akan menjadi Rp 10,06 juta atau dua kali lipat pada tahun ke-6, dan Rp 15,3 juta atau tiga kali lipat pada tahun ke-9, dan seterusnya.

Menurut keparahannya, ada tiga tipe inflasi:

1. Inflasi Moderat, yaitu apabila laju inflasi hanya berada di bawah dua digit per tahun (di bawah 10 persen)
2. Inflasi Ganas, yaitu apabila laju inflasi berada pada dua digit per tahun (10 persen – 99 persen)
3. Inflasi Hiper, yaitu apabila laju inflasi berada pada tiga digit per tahun (100 persen atau lebih)

Tulisan ini akan membahas tentang apa yang bisa Anda lakukan agar bisa menghadapi inflasi. Bila Anda bukan termasuk pengambil keputusan di pemerintahan, Anda mungkin tidak bisa ikut menurunkan tingkat inflasi. Yang bisa Anda lakukan sebagai individu, hanyalah bagaimana agar Anda bisa mengambil ‘keuntungan’ dari terjadinya inflasi tersebut. Bagaimana caranya? Saya menyarankan agar Anda melakukan investasi pada instrumen yang akan naik pesat apabila terjadi inflasi tinggi. Apa itu? Emas.

Ketika Cina diserbu Jepang pada masa Perang Dunia, rakyat Cina panik dan mereka berbondong-bondong menyerbu emas sehingga harga emas naik luar biasa. Di Indonesia, pada saat terjadi rush kebutuhan pokok di pasar swalayan pada 8 Januari 1998 (pagi hari sebelum pengumuman APBN oleh Presiden Suharto di hadapan DPR), harga emas juga langsung melonjak.

Dalam selang satu dua hari saja, harga emas langsung naik kurang lebih sebanyak 1,5 kali. Dan harga tersebut, walaupun secara fluktuatif, cenderung naik terus waktu itu –sebelum akhirnya turun lagi ketika inflasi kembali berada di bawah dua digit.

Fakta membuktikan, bila terjadi inflasi tinggi, harga emas akan naik lebih tinggi daripada inflasi. Semakin tinggi inflasi, semakin tinggi kenaikan harga emas. Statistik menunjukkan bahwa bila inflasi mencapai 10 persen, maka emas akan naik 13 persen. Bila inflasi 20 persen, maka emas akan naik 30 persen. Tetapi bila inflasi 100 persen, maka emas Anda akan naik 200 persen. Inilah kenapa Anda sebaiknya mempertimbangkan untuk berinvestasi dalam bentuk emas.

Ini karena emas dipercaya sebagai investasi penangkal inflasi. Semakin tinggi inflasi, biasanya akan semakin baik kenaikan nilai emas yang Anda miliki. Tetapi, patut dicatat bahwa harga emas akan cenderung konstan bila laju inflasi rendah, bahkan cenderung sedikit menurun apabila laju inflasi di bawah dua digit. Jadi, emas hanya akan bagus bila terjadi inflasi moderat (dua digit), dan akan lebih bagus lagi bila terjadi inflasi hiper (tiga digit). Investasi emas

Emas tersedia dalam beberapa pilihan. Beberapa di antaranya yang paling dikenal adalah emas perhiasan dan emas batangan. Satu yang juga mulai populer di Indonesia adalah koin emas.

Bila Anda berinvestasi emas untuk jangka pendek, biasanya akan sulit mendapatkan keuntungan kalau bentuknya emas perhiasan. Ini karena kalau Anda datang ke toko dan membeli emas perhiasan, Anda harus membayar harga emas plus ongkos pembuatannya. Nah, ketika suatu saat Anda menjualnya kembali, maka toko tidak akan mau membayar ongkos pembuatan dari perhiasan emas tersebut. Ia hanya akan membayar harga emasnya saja. Malah, masih untung sebetulnya kalau toko mau menerima emas perhiasan Anda.

Beberapa toko kadang-kadang menolak penjualan emas perhiasan dari masyarakat. Penyebabnya bisa bermacam-macam. Salah satunya adalah karena mereka takut kalau-kalau emas perhiasan itu tidak laku lagi apabila dijual. Jadi, kalaupun mereka membelinya lagi, mereka harus melebur emas tersebut.

Karena itu, investasi dalam bentuk emas perhiasan lebih untung kalau disimpan untuk jangka panjang. Karena biasanya harga emas Anda sudah naik jauh dibanding ketika Anda membelinya.

Emas perhiasan tersedia dalam berbagai macam karat, di antaranya 18 – 24 karat. Untuk investasi, alangkah baiknya bila Anda memilih emas perhiasan senilai 24 karat. Ini karena kemungkinan emas perhiasan Anda bisa dijual kembali jauh lebih besar dibanding emas perhiasan yang 18 karat. Sekali lagi, investasi dalam bentuk emas perhiasan biasanya baru akan memberikan hasil yang menguntungkan dalam jangka panjang, bukan jangka pendek.

Investasi emas yang menurut saya cukup baik adalah investasi emas dalam bentuk batangan (emas logam mulia). Emas ini cukup baik bila dijadikan investasi, dan siapapun tak menyangkal bahwa emas batangan -berbeda dengan emas perhiasan- mudah untuk dijual kembali. Selain itu, emas batangan tidak meminta ongkos pembuatan seperti halnya emas perhiasan. Karena itu, bila Anda ingin melakukan investasi emas, maka tak ada salahnya Anda mempertimbangkan investasi dalam bentuk emas batangan.