Rabu, 30 Mei 2012

Credit Rating Agency (CRA)

Lembaga pemeringkat kredit atau juga disebut dengan credit rating agency (CRA) adalah suatu perusahaan yang menerbitkan peringkat kredit bagi para penerbit obligasi.

Penerbit dari obligasi yang dapat diperdagangkan pada pasar sekunder tersebut biasanya merupakan perusahaan, kota, lembaga nirlaba, ataupun pemerintahan suatu negara. 

Peringkat kredit tersebut mengukur kelayakan kredit, kemampuan pembayaran kembali utang, dan berpengaruh pada suku bunga yang dibebankan pada utang tersebut. (Suatu perusahaan yang menerbitkan skor kredit bagi kelayakan kredit individu secara umum disebut dengan istilah biro kredit atau lembaga pelaporan kredit konsumen) . 

 Suku bunga yang dibebankan tidak sama bagi setiap orang, tetapi penetapan suku bunganya berdasarkan risiko. Ini adalah merupakan bentuk diskriminasi harga berdasarkan pada perbedaan biaya dari masing-masing debitur yang berbeda sebagaimana yang nampak pada peringkat kredit mereka. 

Saat ini terdapat kurang lebih 100 lembaga pemeringkat kredit diseluruh dunia.
Lembaga yang melakukan pemeringkatan kredit perusahaan antara lain :
1. A.M. Best (Amerika) 
2. Baycorp Advantage (Australia) 
3. Dominion Bond Rating Service (Kanada) 
4. Dun & Bradstreet (Amerika) 
5. Fitch Ratings (Amerika) 
6. Moody's (Amerika) 
7. Standard & Poor's (Amerika) 
8. Sociedad Calificadora de Riesgo Centroamericana 
9. SCRiesgo (Kosta Rika) 
10. Pemeringkat Efek Indonesia (Indonesia) 
11. Association of Credit Rating Agencies in Asia (ACRAA)

Asia Peringkat kredit ini digunakan antara lain bagi : 
- Investor : dengan adanya lembaga pemeringkat kredit ini maka akan memperluas pilihan investasi dan  menjamin kemandirian, mudah untuk menggunakan ukuran risiko kredit secara relatif, menurunkan biaya baik bagi kreditur maupun debitur, juga meningkatkan total sediaan serta membuka pasar modal bagi para debitur kecil seperti pemerintah negara kecil, perusahaan baru, rumah sakit dan universitas.

Penerbit obligasi mempercayai peringkat kredit tsb sebagai suatu verifikasi independen terhadap kelayakan kredit / utang mereka. Dalam beberapa kasus, utk suksesnya suatu penerbitan obligasi maka paling tidak harus memiliki sekurangnya 1 peringkat dari lembaga pemeringkat kredit yg diakui, dimana tanpa adanya peringkat ini maka minat investor thdp obligasi ini akan rendah. Berdasarkan studi yg dilakukan oleh Asosiasi Pasar Obligasi maka saat ini banyak investor institusi yg mensyaratkan obligasi tsbt mendapatkan sekurangnya 3 pemeringkatan kredit. 

- Pialang dan Bank Investasi : menggunakan pemeringkatan ini untuk menghitung risiko portofolio mereka . Bank dan pialang yg besar membuat sendiri perhitungan risiko namun tetap mempercayai peringkat yg dibuat oleh lembaga pemeringkat kredit ini sebagai suatu "pemeriksaan" dan sebagai "pembanding kedua" ataupun ketiga terhadap analisis mereka. 

- Regulator Pemerintah : menggunakan pemeringkatan ini untuk kepentingan pengaturan dan pengawasan bursa. Sebagai contoh misalnya, berdasarkan ketentuan perjanjian Basel II dari Basel Committee on Banking Supervision, badan pengawas perbankan dapat mengizinkan bank untuk menggunakan beberapa lembaga pemeringkat kredit yg disetujui ataupun lembaga penilaian kredit external dlm melakukan perhitungan cadangan kebutuhan modal bersih . 

Di Amerika, Securities and Exchange Commission (SEC) selaku badan pengawas pasar modal Amerika, mengizinkan bank investasi dan perusahaan pialang untuk menggunakan pemeringkatan kredit dari "Nationally Recognized Statistical Rating Organizations" (atau "NRSROs") untuk tujuan serupa. Pemeringkatan kredit ini juga digunakan oleh badan pengawas seperti misalnya SEC untuk mengizinkan penerbit obligasi untuk menggunakan prospektus ringkas untuk penerbitan obligasi yang memiliki status utama dan telah pernah menerbitkan obligasi sebelumnya serta memiliki peringkat kredit tertentu.

Masing-masing instansi memiliki sendiri metodologi untuk studi kelayakan kredit negara, dan hasil studi risiko kredit mencerminkan skala umum, misalnya, dari "untuk" AAA "D". Perlu dicatat bahwa lembaga pemeringkat dapat menentukan kredit rating tidak hanya negara-negara tetapi juga perusahaan, daerah, industri, dll

Peringkat kredit negara seharusnya tidak bergantung pada kepastian absolut karena rating kredit sifat prediksi. Lembaga pemeringkat didasarkan pada situasi saat ini di negara dan informasi untuk tahun sebelumnya. Model ini memperkirakan Apakah negara akan bertanggung jawab untuk utang dan dengan demikian secara tidak langsung mengatakan investor Apakah untuk berinvestasi di infrastruktur negara.

Peringkat kredit tidak dapat menjamin bahwa ada tidak ada default atau bahwa investasi terbayar. Sangat penting untuk memahami bahwa kredit negara tidak mutlak indikator kebutuhan untuk berinvestasi. Ini adalah hanya salah satu dari beberapa faktor yang harus memandu investor ketika memilih keputusan untuk berinvestasi atau tidak dalam keadaan, perusahaan atau industri.

Di dunia terbesar agen rating Standard & Poor's (S & P) ini juga dikenal sebagai pencipta dan editor Amerika saham indeks s & P500 dan Australia S & P200. Skala penilaian yang diadopsi oleh lembaga pemeringkat kredit negara Standard & Poor's, memiliki dua Kategori: investasi dan spekulatif. Merujuk pada peringkat kredit yang termasuk dalam kategori investasi, menunjukkan bahwa penerbit hutang sekuritas (misalnya ikatan) adalah investasi yang baik instrumen, yaitu aman dan menguntungkan bagi investor untuk berinvestasi dalam sekuritas penerbit atau negara lain. Kategori spekulatif peringkat-itu adalah indikasi bahwa penerbit akan dapat memulihkan para investor utang, namun ada kesulitan tertentu yang dapat menurunkan rating kredit atau bahkan mengarah ke default.

Mari kita menganalisis merujuk pada peringkat kredit. Investasi Kategori penilaian adalah AAA, AA dan a-tertinggi, tinggi, dan relatif tinggi kemampuan untuk memenuhi kewajibannya utang. Kredit BBB menunjukkan kemampuan cukup untuk membayar dengan investor; Emiten yang ditugaskan kredit, dipengaruhi oleh negatif faktor ekonomi dan keuangan. Rating BBB-mewakili negara dengan platëžesposobnost′û terendah dalam kategori investasi.


Kategori spekulatif rating BB +, BB, B, CCC, CC, C, dan d. negara-negara yang telah diberikan salah satu peringkat lima pertama, memiliki risiko kredit dan eksposur negatif perubahan dalam kondisi ekonomi dan keuangan tidak menguntungkan, tetapi masih harus memenuhi kewajiban utang. Kredit c menunjukkan bahwa prosedur Kepailitan dimulai, namun negara masih dapat membayar utang bagi investor. (D) adalah ketidakmampuan mutlak untuk membayar utang, dengan kata lain, default.

Bagi pedagang, penting untuk memantau perubahan dalam peringkat kredit negara, seperti mereka berdampak pada nilai tukar, harga saham utama organisasi dan perusahaan. Ketika kredit, semakin rendah tingkat naik, jatuh, karena investor mengurangi kredit kurang bersedia diinvestasikan dalam hutang sekuritas. Tapi jangan lupa bahwa perubahan dalam mata uang tukar atau saham peringkat jauh dari peran penting dan unik dan Anda tidak boleh mengandalkan semata-mata mereka.


Source: Bloomberg, Wipe
GOLD : Pada akhir perdagangan dini hari tadi harga minyak mentah membukukan penurunan lebih dari 1%. Harga emas ambles di tengah perdagangan yang bervolume cukup tinggi. Anjloknya euro terhadap dolar di tengah pemotongan rating kredit Spanyol kembali hantam harga emas. Harga emas merespon negatif penurunan rating kredit Spanyol. Egan-Jones memotong rating kredit Spanyol menjadi B dari level Bb-. Sebuah perdebatan di Spanyol mengenai rekapitalisasi Bankia group mengakibatkan timbulnya spekulasi bahwa krisis kredit akan menyebar ke negara tersebut. Harga emas spot dini hari tadi berakhir pada posisi 1554.95 dolar per troy ons, membukukan penurunan sebesar 18.50 dolar per troy ons dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Harga emas berjangka Nymex untuk kontrak Juni tampak mengalami penurunan lebih dari 1% ke posisi 1548.70 dolar per troy ons. Setelah harga ambles hingga ke level 1520-an dolar per troy ons, harga emas bergerak rebound. Harga emas saat ini berada dalam trend rebound akibat harga sudah mencapai kondisi jenuh jual. Harga emas akan coba kembali tembus level 1600. Sumber : TQ
GOLD : Emas berjangka ditutup melemah Selasa, sekaligus menghentikan penguatan dalam dua sesi terakhir, setelah euro melemah menyusul penurunan peringkat Spanyol yang memacu penguatan dolar AS.  Untuk pengiriman Agustus, emas berakhir merosot US$20,20, atau 1,3%, menjadi US$1.551 per ons di Comex. Sementara emas untuk kontrak Juni, yang masih aktif diperdagangkan, juga melemah dan ditutup di level US$1.548,70. Emas untuk kontrak Agustus telah melonjak lebih dari US$14 dan menyentuh level US$1.585 dan menguat US$20,60 dalam dua sesi terakhir. Perdagangan reguler di Comex tutup pada Senin karena libur nasional. Di tengah meningkatnya masalah di zona euro, para pelaku pasar telah memburu dolar AS sebagai safe haven. Pada akhir pekan lalu, greenback menguat ke level tertinggi sejak 2010. “Menguatnya dolar dan berkurangnya daya tarik emas sebagai tempat untuk mengamankan investasi telah membuat emas menguji area US$1.550 yang memberikan support,” kata Charles Nedoss, analis dari Olympus Futures di Chicago. Tapi jika ditutup di bawah level ini dapat memicu penurunan lebih jauh yang bisa mengarah ke area US$1.520-$1.530,” katanya. Sedangkan harga perak untuk kontrak Juli ditutup melemah 60 sen, atau 2,1%, menjadi US$27,79 per ons. Sementara itu, euro jatuh di bawah US$1,25 setelah Egan-Jones Ratings Co. men-downgrade rating utang Spanyol menjadi BB- dari sebelumnya B.  *************************************************************************************

GOLD : Euro kembali melemah ke terendah dua tahun, sehingga mempengaruhi harga emas, dan emas kembali turun sekalipun soft commodity mengalami peningkatan. Emas Agustus turun $16.50 menjadi $1,554.70 perounce. Emas Spot turun $20.10 perounce menjadi $1,554. Emas resistant di $1,560 kemudian ke $1,570, dan support ke $1,548 lanjut ke $1,540.
From : TQ

Senin, 28 Mei 2012

NIKKEI : Pada perdagangan hari ini bursa saham Jepang tampak mengalami pergerakan menguat terbatas. Bursa Jepang tampak berusaha menguat setelah minggu lalu mengalami penurunan yang cukup signifikan. Aksi bargain hunting terbatas mulai terjadi di kalangan para investor. Indeks berjangka Nikkei 225 untuk kontrak Juni pagi ini tampak dibuka pada posisi 8615 poin. Indeks berjangka mengalami peningkatan sebesar 35 poin dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Saat ini indeks berjangka tampak berada pada posisi 8620 poin. Sementara itu indeks spot Nikkei tampak mengalami peningkatan sebesar 23.49 poin (0.27%) di posisi 8603.88 poin. Topix menguat 0.26 poin (0.03%) di posisi 722.39 poin. Diperkirakan bahwa pergerakan indeks berjangka pada perdagangan hari ini akan mengalami pergerakan naik terbatas. Hari ini diperkirakan indeks berjangka akan mengalami pergerakan pada kisaran 8500 - 8700 poin. ******************************************************** GOLD : Pada penutupan perdagangan akhir minggu lalu harga emas mengalami peningkatan. Harga emas menguat, mengakhiri fase penurunan yang terjadi selama empat hari berturut-turut. Euro tampak menguat dari level terendah dalam dua tahun terhadap dolar AS. Meskipun secara tradisional emas merupakan investasi safe haven, emas telah mengalami aksi jual yang tajam, beriringan dengan aset-aset berisiko lain seperti komoditas dan saham. Para pelaku pasar menjual emas untuk menutupi kerugian yang terjadi pada instrumen investasi lainnya. Harga emas spot Sabtu dini hari lalu berakhir pada posisi 1572.65 dolar per troy ons, membukukan peningkatan signifikan sebesar 13.80 dolar dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya. Harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Juni tampak mengalami kenaikan 11.40 dolar dan berakhir pada posisi 1568.90 dolar per troy ons. Setelah harga ambles hingga ke level 1520-an dolar per troy ons, harga emas bergerak rebound. Harga emas saat ini berada dalam trend rebound akibat harga sudah mencapai kondisi jenuh jual. Harga emas akan coba kembali tembus level 1600. From : TQ